Minggu, 16 Oktober 2011

APITERAPI


Apiterapi (terapi lebah) adalah pengobatan dengan lebah dan/atau produk yang dihasilkan oleh lebah. Apiterapi merupakan pengobatan kuno, menurut catatan yang ditemukan di lembah efrat pengobatan ini dilakukan pada 2100 dan 2000 sebelum masehi.

Hypocrates, dokter yunani kuno dan “bapak kedokteran” tercatat sebagai orang yang menggunakan madu sebagai ekspektoran dan menyatakan bahwa madu bisa menyebabkan panas, yang berguna untuk membersihkan bisul dan luka. Dalam sanksekerta Veda India kuno, madu merupakan obat dari semua gangguan. Bagi umat kristen, alkitab memiliki banyak refrensi tentang madu. Amsal 16:24 menyebutkan bahwa perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Amsal 24:13, anakku, makanlah MADU sebab itu baik; dan tetesan MADU manis untuk langit-langit mulutmu.

Dalam al-Quran surah an-nahl ayat 68 : dan tuhanmu mewahyukan kepada lebah “buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat yang dibikin manusia.

Ayat 69: kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu. Dari perut lebah itu keluarlah minuman (MADU) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkannya.

Dalam ajaran agama Budha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satuya adalah MADU. Selama 3 bulan para bhikku dan bhikkuni yang bermeditasi tidak mengkonsumsi apapun kecuali MADU.

Apimondia komisi Apiterapi bekerja untuk mempromosikan penggunaan produk-produk perlebahan untuk apiterapi dan mengusulkan definisi sebagai berikut : APITERAPI adalah konsep medis, berdasarkan dasar-dasar ilmiah dan dikuatkan oleh pengetahuan tradisional. Termasuk ;

  • Prosedur produksi perlebahan yang ditujukan untuk pembangunan kesehatan.
  • Transformasi produk perlebahan , berdiri sendiri, atau besama-sama dengan tanaman obat serta derivatifnya (api-farmakope) dan,
  • Protokol klinis yang menggabungkan penggunaan api-farmakope dan/atau obat lebah (api-medicine).

Tulisan ini memberikan gambaran singkat dari produk lebah yang digunakan dalam Apiterapi.

MADU

Madu secara tradisional telah dianggap sebagai obat atau tonik, daripada makanan sehari-hari. Saat ini madu semakin dikenal untuk penyembuhan dan anti-bakteri jika dikonsumsi secara oral, atau digunakan sebagai pengobatan untuk luka dan luka bakar.

Sebagai contoh, masyarakat banyak tahu madu dan lemon sebagai obat mujarab untuk meredakan sakit tenggorokan. Saat ini terdapat penjelasan ilmiah dalam hal ini: vitamin C jeruk nipis memiliki efek stimulasi dan anti-infektif kekebalan tubuh, sedangkan madu memiliki kekuatan obat. Bakteri yang paling umum menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes, dan percobaan laboratorium telah membuktikan bahwa madu dapat menghambat pertumbuhan bakteri ini. Bakteri lain yang dapat dihambat pertumbuhannya oleh madu adalah Hellicobacter pylorum – penyebab bisul. Madu mempunyai beberapa unsur dan sifat yang dapat menyembuhkan. Hal ini termasuk keasaman, aktifitas enzym, hidrogen peroksida dan potensi osmotik yang tinggi. Salah satu enzyme yang terdapat dalam madu adalah glukose oksidase. Enzim ini diproduksi oleh kelenjar hypopharing (kepala) lebah. Ketika madu diencerkan, enzim diaktifkan dan mengoksidasi glukosa untuk menghasilkan asam glukonic dan hidrogen peroksida. Tekanan osmotik yang tinggi dalam madu berbenaan dengan konsentrasi gula yang tnggi: ini berarti bahwa madu memiliki efek osmotik, yang dapat menyebabkan kerusakan membran bakteri, sehingga menghambat pertumbuhan mikroba. Madu juga dapat digunakan untuk penyembuhan kulit dan mengeringkan luka. Sifat antibakteri dan komposisi fisiknya dapat mempertahankan kelembaban dan memungkinkan oksigen tetap lolos, sehingga baik untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.

Pada tahun 2003, dua kiriman madu dari Zambia ditemukan mengandung antibiotik streptomicin dengan kadar rendah. Menurut Codex Alimentarius (standard madu dunia) madu tidak boleh mengandung antibiotik. Dalam Uni Eropa, antibiotik seperti streptomicin, tetraciclin, penicilin dan sulfonamid adalah ilegal untuk digunakan pada peternakan lebah. Tetraciclin dapat digunakan untuk mengobati foul brood, tetapi dalam pengawasan pihak veteriner dan tetap dalam prosedur sehingga lebah dalam masa pengobatan tidak boleh dipanen madunya. Madu yang berasal dari Zambia dipanen oleh peternak lebah yang hidup dan bekerja di hutan terpencil di propinsi North West. Hal ini sangat tidak mungkin bahwa peternak lebah menggunakan antibiotik dalam perlebahan mereka. Tidak ada penyakit lebah madu yang diketahui, dan peternak lebah tidak memiliki sumber daya, kemungkinan atau keharusan untuk menggunakan antibiotik dalam perlebahan mereka. Jadi bagaimana bisa streptomicin dapat ditemukan dalam madu? Apakah mungkin bahwa itu kandungan alami dari madu, yang dibawa oleh lebah ke sarang selama mereka mencari makan.?. Streptomycin diproduksi oleh bakteri dari genus Streptomyces; bakteri yang umum dan luas. Streptomycetes telah ditemukan dalam sampel yang dikumpulkan dari hutan miombo, di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh lebah, seperti cekungan di pohon. Indikasinya bahwa streptomycin dapat terdapat secara alami dalam madu. Hal ini berimplikasi terhadap undang-undang tentang madu dan perdagangan madu dunia, serta untuk memahami biologi lebah madu dan peranan madu dalam kesehatan dan penyembuhan. Hal ini juga diketahui dari penelitian bahwa semut dan Streptomycetes memilik hubungan yang sangat erat. Beberapa semut pemotong daun memiliki bintik-bintik putih pada tubuh mereka. bintik ini adalah koloni dari spesies Streptomyces, menghasilkan antibiotik untuk melindungi sumber makanan koloni semut dari patogen lainnya.

POLLEN / TEPUNG SARI

Pollen sangat penting bagi kehidupan lebah madu, dan beberapa peneliti mengklaim bahwa nilai gizi dari bee pollen merupakan yang paling lengkap di alam. Hal ini dikarenakan bee pollen mengandung semua unsur penting, mengandung sekitar 30 % protein termasuk semua asam amino esensial, semua spektrum vitamin dan mineral, trace element (unsur kelumit), prekursor hormon, karbohidrat, dan asam lemak. Bee Pollen juga memberikan energi, mengatasi kelelahan, depresi, dan mengatasi flu dan pilek.

Bagi lebah madu kehadiran Pollen sangatlah penting. Tanpa kehadiran Pollen lebah tidak dapat berkembang biak dan meneruskan keturunannya. Pollen merupakan sumber utama pembuatan Royal jelly dan worker jelly. Worker jelly merupakan makanan lebah pekerja dan larva lebah pekerja. Tanpa kehadiran pollen maka lebah tidak bisa memproduksi worker jelly, artinya tidak ada makanan untuk larva lebah pekerja. Berita buruknya lebah tidak mempunyai keturunan untuk melanjutkan kehidupan koloninya.

Sebagaimana diketahui umur dari lebah pekerja sekitar 35 hari, bisa disebut 5 minggu. Bisa dibayangkan apabila lebah tidak mendapat pollen dalam waktu 5 minggu maka koloni akan kolaps.

Pertanyaan yang paling sederhana, mengapa pollen begitu penting bagi lebah, apa yang terkandung dalam pollen sehingga mempunyai peranan yang sangat vital dalam kelangsungan hidup suatu koloni??

Secara teknis pollen merupakan biji jantan dari bunga. Ia dapat dipandang sebagai sel sperma jantan dari tanaman yang berbunga dan ia sangat diperlukan bagi tanaman untuk kawin. Setiap bunga dalam planet ini memproduksi pollen, yang diproduksi pada benang sari bunga itu sendiri. Bee Pollen merupakan sebutan bagi pollen yang dikumpulkan oleh lebah (bee) dan disimpan dalam sarangnya. Menariknya selama mengumpulkan pollen dari tanaman, lebah menyerbukkan lebih dari 80% dari tanaman yang ada.

Secara naluri lebah mengumpulkan pollen yang kaya akan nitrogen (asam amino) dan meninggalkan pollen yang miskin akan asam amino. Jadi apabila kita mengambil pollen langsung dari bunga dan dibandingkan pollen yang diambil oleh lebah, maka akan terdapat perbedaan nilai gizi yang sangat besar. Untuk jelasnya bee pollen merupakan makanan yang secara alami paling komplit.

Komposisi kimia bee pollen

ASAM AMINO (per 100 bagian)

Arginin 4,7 bagian

Histidin 1,5 bagian

Isoleucin 4,7 bagian

Leucin 5,6 bagian

Methionin 1,7 bagian

Phenilalanin 3,5 bagian

Threonin 4,6 bagian

Triptophan 1,6 bagian

Valin 6,0 bagian

Asam glutamat 9,1 bagian

VITAMIN (per 1.000 miligram bee pollen)

Thiamin (Vitamin B-1) 9,2 mg

Riboflavin (Vitamin B-2) 18,5 mg

Niacinamid (Vitamin B-3) 200 mg

Pyridoksin (Vitamin B-6) 5 mg

Asam pantotenat (Vitamin B-5) 30-50 mg

Asam folat 3,64-6,8 mg

Laktoflavin

Vitamin A 0,5-0,9 mg

Vitamin C 7-15 mg

Vitamin E sedikit

MINERAL (per 1.000 mg bee pollen)

Potassium 600 mg

Mineral lain

Magnesium 1%-12%

Kalsium 1%-15%

Copper 0,05%-0,08%

Silika 2%-10%

Pospor 1%-20%

Sulfur 1%

Klor 1%

Mangan 1,4%

Bee pollen juga mengandung 17% rutin (Vitamin P).

HORMON-HORMON

Gonadotropin dan Estrogen

HGH (Hormon Pertumbuhan)

PROPOLIS

Propolis mengandung getah dan resin yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tanaman. Dalam banyak kasus senyawa itu sendiri merupakan respon dari tanaman yang ‘cedera’, atau melindungi tanaman dari predator dan patogen. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa propolis memiliki sifat anti-jamur, antiinflamasi, anti-bakteri.

Bagi lebah sendiri propolis berfungsi untuk menutup lubang sarangnya, dan bermanfaat untuk mencegah kontaminasi dari luar. Dapat dibayangkan bahwa dalam sarang lebah mempunyai kelembaban kurang lebih 90% dan suhu 35%, suatu keadaan yang sangat sesuai untuk pertumbuhan jamur dan mikroorganisme lain. Tetapi pada kenyataannya tidak ada jamur dan mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang dalam sarang lebah. Keadaan steril ini dikarenakan lebah telah melindungi sarangnya dengan propolis.

Propolis sendiri mempunyai karakteristik yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Kenyataan ini masuk diakal, dikarenakan lebah mempunyai sifat dan keseimbangan tersendiri terhadap lingkungannya. Suatu contoh, propolis yang dikumpulkan dari Apis mellifera di daerah yang kering tidak mempunyai sifat anti jamur, sedangkan propolis yang dikumpulkan dari lebah Trigona (klanceng) yang notabene hidup di dalam rongga pohon mempunyai sifat anti jamur. Kesimpulan dari kenyataan di lapangan ini adalah lebah mengumpulkan propolis yang paling sesuai dengan apa yang dia perlukan, sesuai dengan kondisi alam dan lingkungan dimana lebah tinggal. Suatu kenyataan yang tidak boleh begitu saja dikesampingkan.

Petanyaan yang timbul kemudian adalah apakah propolis yang di datangkan dari luar negeri lebih baik dari propolis lokal?, sedangkan kita semua tahu bahwa keadaan alam luar negeri berbeda dengan keadaan alam Indonesia?. Apakah justru tidak malah sebaliknya propolis lokal semisal Trigona (klanceng) lebih baik dari propolis dari luar negeri?. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut.

Dari hasil pengamatan di lapangan diketahui bahwa Trigona memproduksi propolis lebih banyak daripada Apis mellifera. Bila kita menghubungkan dengan kenyataan bahwa Trigona tidak mempunyai sengat, maka kenyataan ini masuk akal. Perlindungan utama dari kontaminasi dan serangan dari luar adalah propolis (karena lebah ini tidak mempunyai sengat).

Dalam kesempatan lain kita akan mengupas lebih jauh mengenai hal ini termasuk bagaimana kita memisahkan propolis dengan malam dan hal lain yang akan mengurangi manfaatnya.

Propolis telah dikenal sejak lama sekali, hipocrates meresepkan propolis sebagai obat untuk menyembuhkan sakit tenggorokan, luka, baik luka luar maupun luka dalam.

Propolis juga dimanfaatkan untuk penyembuhan sakit gigi, salah satu kemungkinannya adalah bahwa ia bekerja dengan menghambat enzim glukosiltransferase dari bakteri Streptococcus mutan. Bakteri ini menghasilkan asam laktat dalam mulut yang meluruhkan enamel gigi.

Bahan Aktif

Dr. K. Lund Aagaard merupakan peneliti terbaik dibidang propolis, menyatakan bahwa,”sembilan belas senyawa dengan struktur kimia yang berbeda telah diidentifikasi dalam propolis sejauh ini”. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam propolis ini termasuk golongan bioflavonoid semisal betulene dan isavanillin.

Kandungan Vitamin dan Mineral

Menurut peneliti pada Konfrensi Aplication of Apiculture (bee culture) dalam pengobatan, propolis kaya akan :

Vitamin A (karoten)

Vitamin B1

Vitamin B2

Vitamin B3

biotin

Albumin

Kalsium

Magnesium

Besi

Seng

Silika

Potassium

Posphor

Mangan

Cobalt

Copper

Catatan : Propolis mengandung 500 lebih bioflavonoid daripada yang ditemukan dalam jeruk.

Selain vitamin K propolis diketahui mempunyai semua vitamin, dari empat belas mineral yang diperlukan oleh tubuh propolis mengandung semuanya kecuali sulfur.

Propolis mengandung 50-70% resin, 30-50% Bee Pollen dan 10% essensial oil. Sebagaimana Royal Jelly dan Bee Pollen, propolis juga mengandung senyawa yang masih belum teridentifikasi yang bekerja bersama-sama secara sinergi untuk menciptakan keseimbangan yang sempurna.

ROYAL JELLY

Lebah Pekerja dan lebah ratu memulai kehidupan sebagai telur yang identik. Apakah telur berkembang menjadi lebah pekerja atau ratu ditentukan oleh makanan apa yang diberikan kepada mereka. Telur akan berkembang jadi lebah pekerja jika mereka diberi makan worker jelly dan berkembang menjadi ratu jika diberi makan Royal jelly.

Selanjutnya ratu lebah dewasa berbeda dalam banyak hal dengan lebah pekerja dewasa, meskipun keduanya sama-sama berjenis kelamin betina. Ratu sangat subur dan bertelur sangat produktif. Sedangkan lebah pekerja, meskipun betina ia adalah betina mandul. Begitu produktifnya ratu sehingga dalam satu hari mampu bertelur hingga 2000 butir (dalam berbagai textbook) - meskipun berdasarkan pengalaman penulis, selama 3 bulan mencatat dan menghitung telur ratu. Rata-rata ratu lebah di Indonesia bertelur 1.000 – 1.500 butir per hari. Bila telur-telur ini dikumpulkan dan ditimbang, maka beratnya mencapai 200 kali bobot ratu itu sendiri. Suatu kenyataan yang luar biasa. Ratu mampu hidup hingga 3 tahun, dan sebagian textbook menyatakan mampu hidup hingga 5 tahun. Bayangkan dengan lebah pekerja yang ‘hanya’ hidup 35 hari, padahal mereka berasal dari telur yang sama. Yang membedakan hanya makanannya. Sejak periode larva, ratu diberi makan Royal jelly dan selama masa hidupnya ratu hanya makan Royal jelly, bukan makanan yang lain (madu dan bee pollen).

Kandungan Royal jelly yang paling menarik menurut penulis adalah Juvenile Hormon (hormon kemudaan). Artinya dengan mengkonsumsi royal jelly secara kontinyu akan mengembalikan semua hal yang kita dapatkan ketika kita masih muda. Pada waktu masih muda kita tidak mudah capek meskipun bekerja berat, kulit halus, secara sexsual luar biasa, kecepatan pemulihan kondisi sehabis sakit, dll. Sederhananya royal jelly membantu meningkatkan produktifitas, kesehatan, kecantikan dan kemudaan.

Untuk memulihkan keadaan pasca sakit hendaknya memperbanyak mengkonsumsi produk perlebahan, terutama Royal jelly. Royal jelly sangat bermanfaat untuk menguatkan tubuh pasca sakit, malnutrisi, ataupun trauma pasca operasi.

Manfaat Royal jelly

  • Membantu menjaga kulit tetap halus, kencang dan elastis
  • Meningkatkan vitalitas
  • Meningkatkan kesuburan dan memulihkan impotent
  • Meningkatkan kemampuan kekebalan tubuh dalam melawan virus dan infeksi bakteri
  • Membantu keseimbangan hormon
  • Mempunyai sifat bakteriocidal pada bakteri seperti staph
  • Meningkatkan pertumbuhan
  • Menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol
  • Membantu regenerasi pertumbuhan tulang
  • Berguna untuk membentuk jaringan dan otot
  • Membantu penyembuhan luka
  • Menjaga kesehatan hati (hepato-protective)
  • Meningkatkan kekuatan fisik
  • Menyediakan dukungan fisiologis eksta selama masa kehamilan dan menopause
  • Mengurangi rasa nyeri akibat arthritis
  • Membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi mental
  • Mempunyai efek menurunkan depresi
  • Membantu mengatur keseimbangan bobot tubuh
  • Memulihkan kondisi tubuh pasca sakit maupun operasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMBUATAN RATU LEBAH MADU

(Bagian 1) Sebelum kita membicarakan tentang pembuatan Ratu Lebah Madu, ada baiknya kita mengenal Sang Ratu terlebih dahulu. Mengapa d...